MASALAH-MASALAH SISWA DI SD

Posted: 27/11/2010 in tU9aS kuL...

MASALAH-MASALAH SISWA DI SD

  1. Pengertian masalah

Banyak ahli yang mengungkapkan pengertian masalah, ada yang melihat masalah sebagai ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan, ada yang melihatnya sebagai tidak terpenuhinya kebutuhan seorang dan ada pula yang mengartikan sebagai suatu hal yang tidak mengenakkan.

  1. Ciri-ciri masalah

Prayitno (1985) mengemukakan ciri-ciri masalah ialah:

    1. Masalah adalah sesuatu yang tidak disukai adanya.
    2. Menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri dan atau orang lain.
    3. Ingin atau perlu dihilangkan.

Setiap masalah yang dialami seseorang biasanya mengandung satu atau lebih ciri diatas. Untuk mendalami hal tersebut kita dapat melihat diri sendiri sebagai contoh. Adakah suatu hal, kejadian suasana atau gejala yang tidak disukai adanya, yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian bagi diri sendiri ataupun bagi orang lain dan atau ingin dihilangkan. Jika ada maka hal itu bisa dikatakan sebagai ciri-ciri adanya masalah pada diri sendiri.

Masalah seperti diatas dapat terjadi pada siapa saja, termasuk murid sekolah dasar. Masalah itu perlu diupayakan penanggulangannya.

  1. Jenis-jenis masalah

Jenis-jenis masalah yang dialami murid sekolah dasar bisa bermacam-macam. Prayitno (1985) menyusun serangkaian masalah murid sekolah dasar. Masalah-masalah itu diklarifikasikan atas:

    1. masalah perkembangan jasmani dan kesehatan.
    2. masalah keluarga dan rumah tangga.
    3. masalah-masalah psikologis.
    4. masalah-masalah social.
    5. masalah kesulitan dalam belajar.
    6. masalah motivasi dan pendidikan pada umumnya.

Stoffter (1986) memgemukakan secara urut jenjang 50 jenis masalah tingkah laku yang dimaksud didasarkan atas hasil penelitian terhadap 481 orang guru sekolah dasar di Amerika Serikat yaitu:

1.      Pencurian

2.      Kekejaman

3.      Aktivitas hetero seksual.

4.      Sering bolos.

5.      Tertekan

6.      Tidak sopan

7.      Merusak barang-barang sekolah

8.      Tidak berpendirian

9.      Suka berbohong

10.  tidak patuh

11.  membenci orang lain

12.  mudah marah

13.  suka mengasingkan diri

14.  bicara / menulis cabul

15.  sering murung

16.  menyontek

17.  egois

18.  suka bertengkar

19.  menguasai orang lain

20.  tidak berminat untuk bekerja

21.  lancang

22.  mudah meremehkan orang

23.  mudah dipengaruhi orang lain

24.  penakut

25.  sering ngompol

26.  masturbasi

27.  malas

28.  tidak ada perhatian

29.  tidak rapi dikelas

30.  suka cemberut

31.  pengecut

32.  suka mengkritik

33.  mudah tersinggung

34.  tidak hati-hati

35.  pemalu

36.  curiga

37.  suka merokok

38.  keras kepala

39.  tidak praktis

40.  mengucapkan kata-kata

41.  menarik perhatian oranglain

42.  suka jorok

43.  tegang

44.  lamban

45.  berfikir tidak karuan

46.  suka mengadu

47.  suka menyelidiki orang lain

48.  suka mengganggu orang lain

49.  penghayal

50.  suka berbisik-bisik.

Masalah diatas, diklasifikasikan sebagai berikut.

a.       Masalah penyesuaian tingkah laku seperti pencurian, kekejaman, merokok, dan mengganggu.

b.      Masalah-masalah emosional seperti depresi, mudah marah, cemberut dan pengecut.

c.       Masalah-masalah moral seperti masturbasi, bicara porno dan tidak sopan.

d.      Masalah belajar seperti bolos, menyontek, tidak ada perhatian, dan lamban.

Masalah masalah belajar memiliki bentuk yang beragam, menurut Prayitno, mengemukakan masalah-masalah belajar sebagai berikut:

1.      kemampuan akademik, yaitu keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.

2.      ketercepatan dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki IQ 130 atau lebih tetapi masih memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajar yang amat tinggi itu.

3.      sangat lambat dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang memiliki akademik yang kurang memadai dan perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan pendidikan atau pengajaran khusus.

4.      kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan siswa yang kurang bersemangat dalam belajar mereka seolah-olah tampak jera dan malas.

5.      bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaiti kondisi siswa yang perbuatan dan kegiatan belajarnya sehari-hari antagonistic dengan yang seharusnya, seperti suka menunda-nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahuinya dan sebagainya.

e.       Masalah-masalah social kejiwaan seperrti membenci orang lain, menguasai orang lain, mudah meremehkan orang lain dan suka mencampuri urusan orang lain.

Selanjutnya Rice (dalam Shelter dan Stoar,1974) mengklasifikasikan masalah-masalah yang dialami murid-murid sekolah dasar ada enam kategori, yaitu:

a.       Masalah-masalah emosional yakni gelisah, aktivitas berlebihan, tidak matang, infulsif, dan murung.

b.      Kelemahan intelektual seperti tidak bisa memusatkan perhatian dalam waktu yang cukup lama, kemampuan rendah, lemah ingatan, syaraf penerimaan tidak berfungsi sebagai mana mestinya, kebiasaan-kebiasaan buruk dalam belajar, dan hasil belajar rendah.

c.       Kurang motivasi seperti kurang semangat, sikap tidak baik, frustasi serta kurang minat dalam belajar.

d.      Kerusakan moral seperti pendusta, bicara porno, sembrono, mencuri, dan nilai-nilai belum berkembang.

e.       Sakit jasmaniah, meliputi sakit kronis dan kesehatan buruk.

f.       Kesalahsesuaian social seperti tingkah laku anti social yang agresif, konflik keluarga, pengasingan diri dan tingkah laku kasar.

Dari berbagai pendapat ahli di atas dapat diklarifikasikan masalah yang berkaitan dengan perkembangan siswa SD adalah:

a.       Masalah yang berkaitan dengan perkembangan fisik dan kesehatan; seperti kecacatan, gangguan otot gerak, dll

b.      Masalah yang berhubungan dengan belajar; seperti lamban belajar, lemah belajar, dll

c.       Masalah emosional; seperti takut, mudah marah, dll

d.      Masalah moral; seperti bicara porno, menyontek, berbohong, dll

e.       Masalah penyesuaian; seperti kejam, suka mengganggu, dll

f.       Masalah- masalah kelompok

g.       Masalah yang berkaitan dengan keluarga dan rumah tangga

h.      Masalah kepribadian

Berikut beberapa contoh gangguan sosial emosional yang nampak di kelas yaitu :

1.   Anak hiperaktif, anak seperti ini cenderung tidak bisa duduk diam. Ia cenderung bergerak terus-menerus, kadang suka berlarian, suka melompat-lompat, bahkan berteriak-teriak di kelas. Anak ini sulit untuk dikontrol. Ia melakukan aktivitas sesuai dengan kemauannya sendiri. Ia pun suka mengganggu temannya bahkan gurunya.

2. Distractibility child adalah anak yang cenderung cepat bosan. Ia sering kali mengalihkanperhatiannya keberbagai objek lain di kelas. Anak ini mudah dipengaruhi, namun tidak dapat memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang berlangsung di kelas.

3.     Poor self concept anak yang cenderung pendiam di kelas, pasif, atau sangat perasa sehingga mudah tersinggung. Karakteristik anak seperti ini cenderung tidak berani bertanya atau menjawab, serta merasa dirinya tidak mampu. Karena itu,iacenderungkurang berani bergaul serta suka menyendiri.

4.   Anak impulsif. adalah anak yang cepat bereaksi setiap guru memberi pertanyaan di kelas.Namun, jawaban yang diberikan sering kali tidak menunjukkan kemampuan berpikir yang logis. Anak seperti ini ingin menunjukkan bahwa ia adalah anak yang pandai, padahal cara anak itu menjawab justru mencerminkan ketidakmampuannya.

5.   Anak destructive behavior siswa yang suka merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Sikap agresif yang negatif dalam bentuk membanting dan melempar menunjukkan bahwa anak ini adalah anak yang bermasalah (trouble maker). Anak seperti ini cepat tersinggung. Ia bertempramen tinggi, yang menggarah kepada perilaku agresif.

6. Distruptive behavior adalah anak yang sering mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak sopan. Dengan nada mengejek, anak ini cenderung menentang guru. Sumpah serapah berupa kata-kata kasar yang tidak sopan kerap terlontar.

7.    Dependency child anak yang selalu bergantung pada orang tuanya.

Anak seperti ini sering merasa takut dan tidak mampu untuk berani melakukannya sendiri. Ia sangat bergantung pada orang disekitarnya. Sikap orang tua yang terlalu over protective atau sangat melindungi membuat anak sangat tergantung.

8. Withdrawl Ada anak yang mempunyai sosial ekonomi yang sangat rendah, sehingga merasa dirinya bodoh dan enggan untuk mencoba membuat tugas-tugas yang diberikan oleh guru karena dirinya merasa tidak mampu.

9. Learning disability adalalah anak-anak yang tidak memiliki kemampuan mental yang setara dengan anak-anak yang sebaya. Anak seperti ini sulit untuk menganalisis, menangkap isi mata pelajaran, dan mengaplikasikan apa yang dipelajari.

10. Learning disorder adalah anak yang mempunyai cacat bawaan baik kerusakan fisik maupun syaraf. Anak seperti ini cenderung sulit untuk belajar secara normal seperti anak-anak yang sebaya. Anak seperti ini membutuhkan penanganan para ahli yang dilakukan oleh lembaga-lembaga khusus, seperti anak yang menderita Autism Sectrum Disorder/ ASD).

11. Underachiever Ada pula anak yang mempunyai potensi intelektual di atas rata-rata, namun prestasi akademiknya di kelas sangat rendah. Semangat belajarnya juga sangat rendah. Anak seperti ini sering menyepelekan tugas-tugas yang diberikan, dan PR sering dilupakan.

12. Overachiever adalah anak yang mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi, ia merespon dengan cara cepat. Anak seperti ini tidak bisa menerima kegagalan. Ia tidak mudah menerima kritikkan dari siapapun termasuk gurunya.

13. Slow learner adalah anak yang sulit menangkap pelajaran di kelas dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menjawab dan mengerjakan tugas-tugasnya.

14. Social interseption child adalah anak yang kurang peka dan tidak perduli terhadap lingkungannya. Anak ini kurang tanggap dalam membaca ekspresi dan sulit bergaul dengan teman-teman yang ada di kelas.

Komentar
  1. nur sy4msi mengatakan:

    assalamu alaikum. apa kabar? info yang diberikan sangat bagus. kira-kira solusi apa ya yang cocok diberikan kepada siswa yang slow learner?

    • suryannie mengatakan:

      wa’alaikum salam wr.wb…. alhamd sehat…. untuk siswa yg slowlearner sebaik nya guru berfungsi sebagai tutor dan fasilitator…. jika dalam sistem pembelajaran klasik dalam kelas terdiri dari 1 orang guru, sedangkan untuk lokal yang terdiri dari anak anak yang tingkat kecerdasan dan kebutuhan beragam, bisa menempatkan lebih dari 1 orang guru dalam kelas.. guru utama menyajikan pelajaran, sedangkan guru pembantu berfungsi sebagai tutor dan fasilitator untuk anak yg berkebutuhan khusus… seperti yang diterapkan oleh sekolah-sekolah inklusi…

  2. pratiwi mengatakan:

    petunjuk yang bagus..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s